Monthly Archives: Juli 2012

Merayakan Lebaran & Mudik Ramah Lingkungan

Apabila ingin merayakan lebaran di pusat keramaian atau dirumah kerabat / teman dan jaraknya jauh, datangilah dengan menggunakan transportasi umum kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki. Apabila jaraknya dekat, berjalan kakilah sajalah …hal ini akan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak dan polusi udara.

Apabila anda ingin mengadakan “Open house” dan ingin mengundang teman-teman. Kirimkanlah undangannya menggunakan email / mailing list, sms atau message pada jejaring social, ini akan mengurangi penggunaan kertas dan sampah.

Apabila anda adalah tuan rumah, sediakan menu yang berasal dari produk lokal, utamakan buah dan sayuran, usahakan untuk memasak sendiri makanannya, karena ini akan mengurangi jejak karbon dan menghemat pengeluaran uang.

Apabila berkunjung ke rumah saudara atau mudik, jangan lupa untuk mematikan lampu dan peralatan listrik lainnya yang tidak diperlukan. Nyalakan hanya beberapa lampu luar sebagai penerangan, hal ini akan mengurangi penggunaan listrik.

Apabila ingin membeli / membawa makanan untuk dikonsumsi selama lebaran / dimakan disuatu tempat, baik ringan maupun berat. Belilah / bawalah menu tradisional dan yang dibungkus dengan cara tradisional pula, hal ini akan mengurangi emisi dari jejak karbon penyediaan bahan makanan.

Bawalah air minum dari rumah selain lebih bersih, menghemat pengeluaran, juga akan mengurangi sampah plastik dari botol air minum kemasan

Bawalah kantong yang terbuat dari bahan ramah lingkungan (kertas bekas pakai, kain dan yang lainnya) sebagai tempat penyimpanan barang ataupun sampah, hal yang sangat baik dan bijak apabila kita tidak membuang / meninggalkan sampah dijalanan.

Seringkali Lebaran dan mudik dijadikan ajang promosi dari beberapa produk. Apabila anda ditawari brosur iklan atau catalog produk, tolaklah hal ini akan mengurangi sampah dan perlahan akan merubah cara orang didalam memasarkan produknya agar lebih ramah lingkungan. Atau baca, setelah mengerti dengan isinya kembalikan brosurnya. Dengan begitu tidak akan membuang-buang kertas.

Surat Untuk Bapak dan Ibu Guru

Salam hormat

Bapak dan ibu guru, saya sebagai seorang murid memiliki banyak sekali harapan-harapan untuk sekolahan tercinta saya ini. Tapi yang paling ingin saya wujudkan untuk saat ini adalah sekolahan yang bersih, bebas dari segala kotoran, ketidakteraturan, dan hal-hal jorok yang mengganggu pemandangan terutama sampah-sampah plastik yang selalu membuat saya sedih dan sesak setiap kali melihatnya berserakan dan diabaikan begitu saja mengotori lingkungan sekolah dan merusak lingkungan kata orang-orang pintar diluar sana yang meneliti dan mencintai bumi, saya sedih tiap kali melihat teman-teman saya dan orang lain membuang sampah sembarangan sedangkapn bapak dan ibu guru seperti tidak ada masalah dengan semua itu.

Saya ingat pak guru dan ibu guru pernah mengatakan pada saya dan teman-teman untuk tidak membuang sampah sembarangan, tapi kenapa pak guru dan ibu guru tidak menegur mereka atau mereka yang suka lupa dengan nasehat tadi agar mereka sadar dan terbiasa dengan tidak membuang sampah sembarngan lagi, dan bahkan tak jarang melihat anak-anak, saudara, keluarga, tetangga bapak/ibu sendiri membuang sampah- sampah seperti itu sembarangan, saya coba untuk bertanya pada diri sendiri apakah bapak/ibu guru tidak mengajarkan kebiasaan baik tadi yang pernah bapak/ibu guru ajarkan pada saya di sekolahan juga ??

Saya bingung dan tidak tahu apa yang harus saya lakukan untuk mulai mewujudkan keinginan saya untuk sekolahan ini agar bebas dari sampah seperti yang sudah saya sebutkan tadi. Saya sudah mencoba untuk memulai dari diri sendiri dengan membiasakan menjaga kebersihan lingkungan, saya bahkan memilah sampah-sampah organik dan non organik dirumah saya dan menularkannya pada keluarga saya tapi tetap saja itu belum bisa menghapus kesedihan saya karena tiap tempat yang saya lewati menuju sekolah saya selalu melihat sampah-sampah itu dan tidak jarang melihat secara langsung orang-orang yang membuang sampah sembarangan tanpa rasa bersalah begitu saja, apalagi disekolahan tiap jam istirahat teman-teman saya berlomba-lomba untuk membeli jajanan kesukaannya lalu memakannya sambil jalan dan membuang bungkusnya sembarangan.

Saya merasa sedih dan sekaligus malu melihat kelakuan teman-teman saya itu karena menurut saya tindakan itu sungguh tidak mencerminkan anak-anak sekolahan yang terdidik,namun saya tidak bisa berbuat banyak karena tiap kali saya mencoba menegur mereka saya malah diejek dan dikucilkan.

Disaat seperti itulah saya pasti teringat pada bapak dan ibu guru karena saya pikir kalau bapak atau ibu guru yang menenegur mereka pasti mereka akan mendengarkan karena percaya atau setidaknya segan pada sanksi yang bisa saja bapak/ibu guru berikan, tapi saya tidak mungkin mengadu secara langsung pada bapak dan ibu guru karena jika ketahuan teman-teman pasti saya akan diolok-olok oleh mereka dan di jauhi sampai lulus nanti karena sebutan “tukang ngadu/pencari muka/penjilat” dan sebutan buruk lainnya akan terus dialamatkan pada saya, tapi yg paling saya khawatirkan adalah jika kebiasaan-kebiasaan buruk seperti membuang sampah sembarangan maupun perilaku-perilaku tidak teratur lainnya yang akan mengikis kepekaan mereka pada lingkungan dan orang-orang sekitar akan terbawa sampai dewasa dan akhirnya akan semakin banyak orang-orang yang yang tidak peka dan berlaku sesuka hati tanpa memikirkan dampaknya maka nama sekolahan ini juga akan menjadi buruk dan lebih jauh dari itu kerusakan di bumi ini akan semakin parah dan tidak akan ada lagi perdamaian sebab ketiha hal-hal baik makin sedikit karena hilangnya keseimbangan maka orang-orang akan saling berebut untuk mendakat kebaikan yang dia inginkan sendiri meskipun itu artinya mereka harus saling menjatuhkan dan membunuh satu sama lain.

More: http://facebook.com/note.php?note_id=422315324486946&refid=21

Mendirikan Bangunan yang Ramah Lingkungan

Mendirikan bangunan ramah lingkungan antara lain menerapkan 3 R ( Reuse, Reduce, Recycle). Operasional bangunan yang mendukung penghematan energi, di antaranya penerapan teknologi daur ulang (recycled), penggunaan kembali (reused), dan reinvestasi terhadap bahan baku yang sudah tidak bisa didaur ulang.

Pada skala bisnis, properti ramah lingkungan di antaranya tecermin dalam desain bangunan, kemampuan mengurangi eksploitasi sumber daya alam, emisi gas karbon, penghematan air dan listrik, serta penggunaan energi terbarukan. Dalam tataran ideal, penerapan konsep properti ramah lingkungan dimulai dengan pemilihan material bangunan. Pemakaian bahan bangunan yang ramah lingkungan dan hemat energi hingga kini masih terus dipelajari dengan mengeksplorasi kearifan lokal.

Di Indonesia, trend go green atau bangunan yang bersandar pada 3 R belum marak menghinggapi ranah industri property.

Bahkan, belum ada ketentuan tentang kriteria bangunan ramah lingkungan serta rambu-rambu tata ruang daerah yang menopang pengembangan permukiman dan perkantoran ramah lingkungan. Minimnya paradigma ecoproperty membuat pengembangan properti ramah lingkungan di Indonesia masih sebatas klaim pengembang. Jikapun sudah mulai, konsep itu cenderung diterjemahkan secara parsial ke fisik bangunan, yakni besaran ruang terbuka hijau, tinggi bangunan, dan garis sempadan.Saat ini semakin banyak pembangunan properti dengan konsep hijau dan mendapat respons positif dari masyarakat. Namun, paradigma konsep hijau masih berbeda-beda karena belum ada aturan yang jelas mengenai kriteria properti ramah lingkungan.

Kendati berbagai dukungan infrastruktur dan material ramah lingkungan yang terbatas atau mahal, jajaran KencanaOnline.Com berketetapan hati untuk mendirikan bangunan yang memenuhi prinsip-prinsip 3 R. Sebagian material diupayakan menggunakan kembali ( bekas dan layak pakai) yang didaur ulang, diperbanyak menggunakan material alam secara alami tanpa perobahan bentuk oleh pekerja konstruksi, membuat desain talang air guna dipanen ( rain harvesting), air hujan di daur ulang menjadi kolam ikan dengan limpasan direspkan ke sumur resapan, mendirikan fasilitas pengolahan sampah menjadi biogas sebagai sumber energi, serta desain ruang dengan bukaan angin dan cahaya maksimal guna mengurangi pemakaian listrik.

©[KO-FHI]

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!