Sampingan

Jazz Gunung Pagelaran Eksklusif Pilihan Segmen Penggemar

Pagelaran Jazz Gunung kembali digelar beberapa waktu lalu di Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru. Gelaran yang bertempat di pelataran Hotel Java Banana Bromo ini adalah kali keempat festival tersebut sejak digelar pertama kali pada 2009.

Pada ajang yang digelar selama dua hari ini, sejumlah musisi jazz ternama yang tampil ialah Tompi, Glenn Fredly, Ring Fire Project yang berkolaborasi dengan Djaduk Ferianto, Dewa Budjana, serta Slamet Gundono. Ada juga Iga Mawarni, Gondho Jazz Trio, Muchi Choir, Benny dan Barry Likumahuwa, serta unsur etnik Kelompok Perkusi Damarwangi, Banyuwangi dan Gita Taruna Probolinggo.

“Jazz Gunung 2012 merupakan pertama kali diadakan selama dua hari. Untuk itu, kami menargetkan penonton yang hadir mencapai seribu orang,” ujar penggagas acara, Sigit Pramono.

Konsep Paling Unik
Jazz Gunung adalah konsep paling unik dalam pagelaran musik jazz yang pernah ada di Indonesia, dan juga beberapa negara lain seperti yang telah berlangsung lebih dari 20 tahun di Copper Mountain Resort di kawasan Pegunungan Breckenridge, Colorado, AS.

Berbeda dari dua festival jazz terkenal lainnya di Indonesia seperti JakJazz dan Java Jazz yang bernuansa metropolitan Jakarta. Namun, dengan konsep kultur masyarakat urban, jazz gunung mengambil tempat gelaran pada dataran alam pegunungan dengan ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut.

Acara ini diprakarsai Sigit Pramono dan Kua Etnika, dan ditampilkan pertama kali pada 25 Juli 2009 dengan sukses. Sigit adalah penggemar musik jazz dan pehobi fotografi yang pada saat ini sedang melakukan upaya rebranding kawasan wisata Bromo agar Bromo tidak hanya dikenal karena keindahan matahari terbitnya.

Dari sisi landscape, ajang ini menawarkan kelebihan tersendiri, yaitu pemandangan alam pegunungan, dalam hal ini atmosfer atau suasana Pegunungan Tengger yakni di Taman Wisata Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur.

Jazz Gunung digelar di alam terbuka. Masyarakat sekitar dengan kondisi sosio kultulral berpadukan budaya Hindu dan Islam bukan sekadar menjadi latar belakang yang bersifat pelengkap, namun juga menjadi panggung hidup yang menyatu dengan seluruh aktivitas di antara musisi dan penonton yang hadir.

Warga Pegunungan Tengger ini dengan segenap tradisinya menjadi spirit utama yang menaungi pemusik dan pengunjung. Hawa sejuk pegunungan, aroma segar dari rumput dan tanah yang basah oleh embun, serta backdrop lukisan alam Gunung Bromo yang eksotik dengan langit biru bertorehkan awan putih, seolah mengiringi hentakan lembut nada-nada jazzy dari para musisi.

Masyarakat dan alam menjadi harmoni tak terpisahkan dari orkestrasi indah musik jazz yang digelar sejak siang hingga malam tersebut.

Pengunjung tidak saja mendapat pengalaman auditif dari musik, tetapi lebih jauh mereka mengenal secara lebih intens alam Bromo. Totalitas jazz dan alam yang meruang di alam bebas, membuat konser ini lepas dari sekat fisik venue indoor atau outdoor di perkotaan pada umumnya sehingga pengunjung lebih bebas memadukan imajinasi dari nada-nada dengan lukisan alam itu.

Memori auditif dan pengalaman visual itu diharapkan menjadi penyadaran untuk mencintai alam, memelihara dan menjaga Taman Wisata Gunung Bromo. Selanjutnya diharapkan akan mengundang lebih banyak orang untuk datang ke Bromo sehingga bisa memberi nilai tambah ekonomi pada masyarakat sekitar yang banyak bermata pencarian seperti menyewakan kuda, penjual cenderamata maupun pedagang makanan dan minuman.

“Gunung Bromo adalah salah satu spot terindah untuk melihat matahari terbit yang telah dikenal sampai manca negara. Dengan adanya acara ini, lebih banyak tetesan ekonomi yang akan terasa langsung bagi penduduk di sekitar kawasan ini,” kata Sigit Pramono.

Tingkatkan Sektor Pariwisata
Selain bertujuan meningkatkan kecintaan dan apresiasi masyarakat akan musik jazz, Jazz Gunung juga membawa misi utama untuk meningkatkan sektor pariwisata di Taman Wisata Gunung Bromo. Selama ini Bromo dikenal dengan keindahan Sunrise yang bisa disaksikan pengunjung dari bibir kawahnya.

©[FHI/Antara]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s