Mengkonsumsi obat dengan bijaksana untuk kurangi sampah berbahaya

Untuk berjaga-jaga, biasanya sobat greener menyimpan beberapa jenis obat standar di rumah.

Diantaranya ada obat pusing, diare, demam, batuk, dan lain-lain. Selain itu, untuk menjaga kesehatan anggota keluarga, di rumah juga tersedia beberapa jenis vitamin dan mineral.

Ada kalanya, sebelum obat dan vitamin itu habis, ternyata tanggal penggunaannya sudah kadaluarsa.

Atau, adakalanya juga obat yang biasanya dikonsumsi, dihentikan pemakaiannya oleh dokter.

Dan yang juga sering terjadi, obat yang sudah dibeli atas anjuran dokter, tidak dikonsumsi karena alasan malas/ lupa.

Padahal, membuang obat ke lingkungan begitu saja ternyata berbahaya seperti halnya membuang racun.

Bagaimana sebenarnya penggunaan dan pembuangan obat yang bijaksana dan juga ramah lingkungan?

1. Agar sobat greener dapat meminimalkan sampah obat, dimulai dengan membeli obat secara bijaksana.

2. Belilah obat bebas (yang tidak perlu resep dokter) secukupnya, sesuai perkiraan kebutuhan penggunaannya dalam masa kira-kira 1 tahun.

3. Jangan lupa memeriksa tanggal kadaluarsa obat, sebelum membeli. Pilihlah obat yang batas kadaluarsanya masih cukup lama, agar obat habis sebelum kadaluarsa.

4. Sebelum membeli obat bebas, cek terlebih dahulu persediannya di rumah, agar tidak mubazir.

5. Untuk antibiotik, pastikan bahwa penyakit yang diderita memang disebabkan oleh kuman yang harus disembuhkan dengan antibiotik. Obat jenis ini adalah obat yang harus habis
diminum, sehingga penggunaannya harus tidak bersisa. Sebaiknya obat jenis ini dibeli dengan resep dokter, agar jumlah dan lama pemakaian sesuai instruksi dokter.

6. Obat simptomatik atau sesuai gejala, dapat digunakan untuk jangka panjang. Obat jenis ini berbentuk tablet, kaplet atau kapsul dengan kemasan tersendiri dan bisa digunakan hingga batas masa kadaluarsa selama bungkus tidak rusak, tidak berubah warna dan bau, Tablet/kaplet/kapsul biasanya bisa bertahan hingga 5 tahun.

7. Untuk obat sirup, masa pakainya lebih singkat setelah segel dibuka.

8. Kurangi kebiasaan pergi ke banyak dokter untuk satu penyakit. JIka perlu mencari second opinion, jangan lupa informasikan obat yang sudah diberikan dokter sebelumnya.

Kalau perlu bawa obatnya. Hal ini untuk menghindari pemberian jenis obat yang sama tapi dengan merek dagang berbeda.

9. Simpan sisa obat yang belum habis masa pakainya di lemari es, agar tahan lama. Semakin rendah suhu penyimpanan obat, semakin lama umur obat.

©[FHI]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s