Sampingan

SOE HOK GIE Type Orang Indonesia

Setiap kali membaca tulisan ataupun kutipan tentang perjuangan hidup Soe Hok Gie, seorang diantara generasi pasca kemerdekaan yang kini telah meninggal dunia dalam suatu kecelakaan pada saat mendaki gunung Semeru, tanganku senantiasa tergerak, seakan terpaksa – paksaan ini ku
nilai adalah hal yang wajar dan baik – untuk meraih pena dan kemudian ku goreskan tintanya di atas lembaran putih kertasku.
Menulis tentangnya, seakan menjadi kegiatan keseharianku yang
sangat bermakna. Mengenangnya adalah hal yang tak terjangkau nilainya dalam hidupku.

Dia, Soe Hok Gie, salah seorang di antara sekian banyak kaum intelektual yang dinamis serta mempunyai masa depan yang cerah meski harus terpaksa tuk terhenti hanya karena maut menghampiri yang begitu tragisnya. Pelibatan diri yang dilakukannya secara totalitas terhadap
usaha-usaha modernisasi dan demokrasi, kejujuran tingkat tingginya yang tidak mengenal batas, membuat alur pikirku tak pernah terhenti, seraya berkata bahwa dia merupakan suatu contoh dari type orang Indonesia, dalam artian orang Indonesia yang sebenar-benarnya Indonesia.

Namun aku heran, bisa-bisanya orang-orang selalu menilai pribadinya, meletakkan batas-batas tradisional atas dirinya, semata-mata hanya karena dia keturunan Cina. Ini tentu saja bertentangan, sebagaimana penilaianku terhadapnya yang secara obyektif, bahwa meskipun dia keturunan Cina, namun dia memiliki jiwa nasionalis yang sebenar-benarnya Indonesia, bisa ku katakan bahwa jiwa nasionalisnya jauh di atas rata-rata orang Indonesia “tulen”.

Dalam kurun waktu usianya yang begitu pendek, mengandung pesan yang bermakna lagi berbobot bahwa dia benar-benar orang Indonesia tulen, bukan orang yang meng-Indonesia kemudian menjadi Indonesia tulen. Hal itu harus dibedakan.

Pada akhirnya, aku kembali “iri” (aku harap semua orang juga merasakan hal yang sama seperti yang ku rasa). Seorang Soe Hok Gie aja bisa seperti itu, mencintai Indonesia yang itu kita tahu bahwa bukan negeri asalnya, apalagi kita yang lahir Indonesia serta dilahirkan oleh orang Indonesia
tulen. Seharusnya kita bisa lebih di atas kecintaan kita terhadap negeri ini daripadanya.

Aku selalu berharap demikian, namun kenyataan terus berkata lain. Mungkin orang akan bertanya, “Lalu apa kenyataan itu?” dan akan gamblang serta tegas ku jawab, “Tak tau lah. Biarlah hati yang menjawabnya.”

©[Maman Suratman-FHI]

https://forumhijau.files.wordpress.com/2012/08/soe-hok-gie.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s