Sampingan

Samsung dan Apple harus ikut bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di Pulau Bangka Belitung. Produsen smartphone ini menggunakan timah dari perusahaan pertambangan di Bangka.

“Rekan kami di Inggris menemukan bahwa Samsung dan Apple berhubungan dengan perusahaan timah di Bangka. Kedua perusahaan itu mungkin tidak menyadari kerusakan lingkungan di Bangka, tapi dipastikan timah-timah ini berakhir di handphone dan tablet yang mereka buat,” FHI kutip dari bang Pius Ginting juru kampanye energi Walhi.

Di Bangka Belitung terdapat 14 perusahaan timah yang mendapat izin ekspor. Perusahaan terbesar, PT Timah memenuhi sepertiga pasaran timah dunia. PT Timah menguasai 330.664 hektare pertambangan di daratan dan 143.135 hektare di lautan.

Kami mendesak penguasa pasar seperti Samsung dan Apple untuk menyatakan apakah produk eletronik mereka mengandung timah yang merusak lingkungan!

Hasil investigasi Walhi menyatakan penambangan timah di Bangka Belitung menyebabkan tanah tandus. Selain itu, pertambangan menyebabkan krisis air bersih, terumbu karang mati, dan merusak kehidupan masyarakat lokal.

Tambang timah menghancurkan lahan pertanian, merusak terumbu karang, dan menyengsarakan komunitas. Banyak masyarakat terserang malaria.

Kami merekomendasikan Samsung dan Apple menggunakan metode produksi yang lebih ramah lingkungan. Di antaranya memperpanjang usia penggunaan handphone dari 18 bulan menjadi 4 tahun dan menghemat penggunaan energi.

Kami mendesak perusahaan timah transparan tentang dampak rangkaian pasokan mereka.
Pemerintah juga harus tegas agar perusahaan tidak melakukan tindakan sembrono mengejar keuntungan.

Timah sebagian besar digunakan sebagai perekat solder dalam perangkat elektronik. Tablet seperti Apple iPad menggunakan 1 sampai 3 gram timah untuk perekat solder. Sedangkan laptop dan televisi layar datar menggunakan 3,2 gram dan 11,3 gram timah solder.

©[FHI/Antara/Tribun/Kompas/Walhi/Micom/Viva]

Follow us: @forum_hijau

Iklan
Gambar

Hentikan Kriminalisasi Terhadap Aktivis Lingkungan

Hentikan Kriminalisasi Terhadap Aktivis Lingkungan

dihari lingkungan hidup ini kriminalisasi mash terus terjadi!

¦–>> Isi Petisi Dibawah Untuk Mendesak Pembebasan Sobat Anong <<–¦

Sobat Anong adalah seorang aktivis lingkungan yang harus duduk sebagai terdakwa karena dianggap melakukan penganiayaan saat berusaha melindungi penyu di wilayah Paloh, Kabupaten Sambas.

Saat itu, Anong dan beberapa orang sedang melakukan patroli untuk melindungi penyu yang sedang bertelur di wilayah Sungai Ubah, Paloh.

Pelaku yang akan mencuri telur penyu dan Anong awalnya akan berdamai, tetapi kemudian kasus itu dilaporkan ke polisi. Anong lalu disidang dan sudah dituntut enam bulan penjara oleh jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Sambas.

Proses hukum yang saat ini tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Sambas terhadap Sobat Yanto alias Anong merupakan tindakan yang mencederai upaya konservasi di Indonesia.

Untuk itu Kami dari Forum Hijau Indonesia meminta kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Sambas dan Pengadilan Negeri Kabupaten Sambas harus menghentikan Kriminalisasi Terhadap Aktivis Lingkungan !!!

Bebaskan Yanto alias Anong dari tuduhan serta pulihkan
nama baiknya.

Kami juga meminta kepada Sobat Greeners untuk turut sertas mendukung sobat Anong dengan men-Share postingan ini dan MENGISI PETISI berikut ini: http://chn.ge/Uln5xt

AKTIVIS BUKAN KRIMINAL

©[FHI]

10 Januari Semangat Hari Lingkungan Hidup

Kewajiban menjaga lingkungan hidup bukan hanya milik para aktivis, tapi juga kewajiban bagi seluruh Manusia. Lingkungan hidup adalah sebuah warisan yang harganya melebihi lembaran-lembaran rupiah ataupun kepingan emas.

Lingkungan hidup bukan warisan nenek moyang kita tapi titipan anak-cucu kita.

©[FHI]

Follow us: @forum_hijau

Merayakan Tahun Baru Ramah Lingkungan

Perayaan menyambut pergantian tahun biasanya diisi dengan berbagai kegiatan yang hingar bingar dan menyisakan jumlah sampah yang besar. Peningkatan volume sampah sebesar enam sampai sepuluh persen pada saat perayaan pergantian tahun nanti. Sampah ini akan didominasi oleh kemasan plastik, styrofoam, dan kertas.

Ambil contoh, jika pada hari biasa, volume sampah di Jakarta Barat sebanyak mencapai 6.490 meter kubik per hari, maka pada malam pergantian tahun nanti diperkirakan meningkat 6.879 hingga 7.139 meter
kubik. Perkiraan kenaikan volume sampah ini mengacu pada pengalaman perayaan Tahun Baru lalu. Saat itu, volume sampah di Jakarta Barat melonjak tujuh persen dibanding volume sampah pada hari biasanya dan belum termasuk kota lain di DKI Jakarta.

Agar perayaan Tahun Baru sobat greeners tetap ramah lingkungan berikut tips yang dapat dilakukan:

1.Belanja
Kebutuhan belanja pada akhir tahun diprediksi akan meningkat dari membeli kebutuhan pokok hingga kebutuhan saat acara pergantian tahun.
• Catat apa saja barang yang dibutuhkan, ini menghindari belanja barang yang tidak perlu,
• Kurangi belanja makanan kemasan dan jangan membeli produk styrofoam. • Bawalah tas kain sendiri untuk memuat barang belanjaan Sobat greeners.

2. Konvoi Kendaraan
Hindarilah berkonvoi dengan menggunakan kendaraan di jalan raya. Kepolisian sudah melarang konvoi dan arak-arakan kendaraan dalam perayaan Tahun Baru. Larangan tersebut guna menghindari potensi kecelakaan lalu lintas dan juga hanya akan menambah tingkat pencemaran udara semakin tinggi. Alihkan ke kegiatan lain yang lebih bermanfaat.

3. Transportasi
Gunakan angkutan umum seandainya daerah yang dituju masih memungkinkan, tidak perlu menambah jumlah kendaraan dengan membawa kendaraan pribadi. @@[0:[0:1:@]][204876742936764:] Namun jika sobat greeners harus membawa kendaraan pribadi, pastikan jumlah penumpang yang dibawa sesuai dengan kapasitas angkut kendaraan. Ajak teman yang satu arah untuk bergabung dalam kendaraan Sobat greeners sehingga hanya cukup satu atau dua kendaraan yang digunakan.

4. Kembang Api
Kembang api merupakan salah satu simbol dari perayaan tapi seperti yang sudah FHI posting kemarin bahwa bahan pembuat kembang api adalah bahan yang biasa digunakan untuk pembuatan alumunium, pelumas, hingga racun tikus? Disamping memiliki efek kimia yang berbahaya, asap kembang api juga dapat mengganggu lingkungan hidup dan pernafasan. Akan lebih baik jika bahan tersebut dipergunakan pada tempatnya.

5. Memanggang
Acara memanggang biasa dilakukan sambil menunggu detik-detik pergantian tahun. @@[0:[0:1:@]][204876742936764:] Cobalah untuk mengurangi konsumsi daging pada acara pergantian tahun ini, ganti dengan jagung, ubi, atau pisang bakar. Karena industri ternak merupakan salah satu penyebab perubahan iklim.
Perserikatan Bangsa Bangsa pada tahun 2006 melaporkan bahwa industri peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar 18%, dan jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas rumah kaca seluruh transportasi di seluruh dunia 13%.

6. Hindari Minuman Keras, Narkotika dan Free sex
Meminum minuman keras apalagi sampai memabukkan hanya akan menimbulkan masalah baru.
Banyak hal yang dapat terjadi diluar kendali jika seseorang dalam keadaan mabuk. Jauhi minuman beralkohol dan obat-obat terlarang. Selain itu, pada moment perayaan tahun baru penjualan alat kontrasepsi mengalami peningkatan.
Pergantian tahun adalah saat yang tepat untuk intropeksi diri bukan malah mengotori diri.

7. Olah Sampah Sendiri
Sisa dari perayaan adalah suka cita dan sampah. Oleh karena itu jangan lupa membawa kantong sampah sendiri jika sobat greeners merayakan Tahun Baru di luar rumah. Pisahkan sampah berdasarkan jenisnya, seperti kulit jagung atau pisang dikelompokkan sebagai bahan yang mudah terurai, plastik sisa makanan, dan kotak minuman (tetrapack) sebagai bahan yang sulit terurai atau dapat di daur ulang. Beri label pada masing-masing kantong agar tidak tercampur dengan sampah lain.

Selamat merayakan pergantian Tahun 2013 dan mari jaga lingkungan kita tetap bersih.

©[Repost Doc (31/12/11) FHI]

Follow us: @forum_hijau

Mengapa Kita Harus Menghemat Kertas?

Setiap Proses produksi kertas memerlukan bahan kimia, air dan energi dalam jumlah besar dan tentu saja bahan baku, yang pada umumnya berasal dari kayu. Diperlukan 1 batang pohon usia 5 tahun untuk memproduksi 1 rim kertas. Limbah yang dihasilkan dari proses produksi kertas juga sangat besar, baik secara kuantitatif dalam bentuk cair, gas, dan padat maupun secara kualitatif.

Agar limbah ini tidak mencemari lingkungan, maka diperlukan teknologi tinggi dan energi untuk mem- prosesnya.
Perubahan gaya hidup serta penyesuaian akan perkembangan jaman menyebabkan penggunaan kertas terus meningkat, baik kertas untuk kebutuhan tulis/cetak, maupun untuk kebutuhan sanitasi, makanan/minuman dan penunjang gaya hidup lainnya.

Peningkatan kebutuhan kertas tentunya diiringi dengan peningkatan kebutuhan akan bahan baku dan bahan tambahan lainnya. Konsekwnsinya adalah terjadi peningkatan limbah dari proses produksi kertas dan peningkatan jumlah kertas bekas.

Untuk memenuhi kebutuhan kertas nasional yang sekitar 5,6 juta ton/tahun diperlukan bahan baku kayu dalam jumlah besar yang mahal dan tidak dapat tercukupi dari Hutan Tanaman Industri (HTI) Indonesia, ironisnya kita lihat di sekeliling kita betapa banyaknya kertas yang ada di sekitar kita : dokumen, kemasan produk yang berlebihan, koran, majalah, brosur/leaflet/katalog, produk surat- surat, produk-produk sekali pakai, dan lain-lain. Padahal dengan memakai kertas bekas sebagai bahan baku kertas baru, sejumlah pohon, bahan kimia, air dan energi dapat dikurangi penggunaannya.

Jika kita tidak mulai memperbaiki pola konsumsi kertas sejak saat ini, maka akan terjadi kebiasaan dan ketergantungan untuk selalu menggunakan kertas dalam jumlah besar. Hal ini tentunya akan memberikan tekanan secara terus menerus kepada bumi kita dan memberi dampak yang kurang menguntungkan bagi lingkungan.

Jika sebuah organisasi terdiri dari 100 orang dapat menghemat 3 lembar kertas setiap hari, maka dalam setahun ada 156 batang pohon yang dapat diselamatkan.

Lalu Apa Yang Dapat Kita Lakukan?
3R : Reduce-Reuse-Recycle!

Mengurangi penggunaan kertas:
•Manfaatkan teknologi surat elektronik (e-mail)/fasilitas
pesan singkat telepon genggam (sms)/telepon untuk undangan/pesan/informasi yang bersifat informal
•Jika memungkinkan gunakan produk yang lebih bertahan lama daripada produk kertas misalnya gunakan sapu tangan/handuk kecil daripada kertas tisu,
•Gunakan popok kain daripada popok sekali pakai,
•Piring porselin/keramik daripada piring kertas/kotak kue untuk menyajikan makanan kecil;
•Jangan ambil/ menerima brosur/leaflet jika tidak diperlukan, atau kembalikan jika sudah dibaca dan isinya sudah dipahami.
•Menggunakan Kembali produk kertas selama mungkin :
•Gunakan kertas tulis/fotokopi pada kedua sisinya;
•Perlakukan kertas bekas/kertas kado bekas/amplop bekas dengan baik sehingga bisa digunakan kembali;
•Gunakan kertas sisa buku tulis untuk membuat tulis baru/

notes;
•Sumbangkan/jual majalah, koran, buku pelajaran dan buku cerita yang masih layak guna;

©[FHI]

Mudik Ramah Lingkungan

Mudik menjadi kebiasaan orang Indonesia, menjelang hari raya Idhul Fitri. Ratusan ribu orang dari Jakarta dan berbagai daerah berbondong-bondong pergi ke kampungnya masing-masing.

Ada yang naik motor ada juga yang berkendara mobil. Namun pernahkan sobat greener berpikir, berapa ratus ribu sampah juga terbuang di jalanan oleh para pemudik?

Berikut kami berikan tips, untuk mudik ramah lingkungan.Yang kami dapat dari berbagai sumber.

1. Naik mobil/angkutan yang ramah lingkungan. Bagaimana cara membedakan mana kendaraan yang ramah lingkungan atau enggak?

Caranya sebenarnya gampang kok. Pilih kendaraan yang emisi buangan gasnya paling kecil.

2. Pastikan terisi penuh semua kapasitas kendaraan. Bus atau mobil. Disamping menghemat BBM serta mengurangi polusi.

3. Rencanakan keberangkatan pada saat matahari mulai redup sehingga tidak perlu menghidupkan AC selama perjalanan (buka jendela).

4. Membawa bekal makanan dan minuman dari rumah, selain hemat, lebih hiegienis serta mengurangi sampah kemasan.

5. Gunakan tupperware agar mutunya tetap terjaga, tidak ada pemborosan karena makanan/minuman yang terbuang.

6. Selama perjalanan kumpulkan kemasan-kemasan sisa makanan dalam Tupperware dan buang setelah menemukan tempat sampah.

7. Bawa lap basah masukkan dalam Tupperware yang ketat cairan agar tetap lembab untuk mengurangi penggunaan tissue.

8. Aneka snack diperlukan selama perjalanan, pindahkan ke dalam Tupperware dari kemasan aslinya sehingga tidak repot membuang sisa kemasannya.

©[FHI]

Sampingan

Sudah banyak orang yang mendiskusikan tentang pentingnya mengurangi pengunaan kantong plastik. Tapi berapa banyak yang sudah betul-betul berhenti memakai kantong kresek saat belanja?

Mungkin Sobat greeners bertanya, “Memang kenapa tidak boleh pakai kresek? Kan, kresek itu gratis dan praktis?!”

Betul! Namun, tiap tahun jutaan kantong kresek dibuang setelah dipakai hanya satu kali. Kresek jadi sampah–dibuang dan dibakar. Kemudian, kresek akan masuk ke got, menyumbat aliran air dan menyebabkan banjir. Selain itu plasti juga memerlukan waktu ±50.000 tahun untuk terurai.

Ikuti beberapa greentips berikutnya supaya ketika sobat greeners diberikan kantong kresek saat di kasir, kamu bisa jawab: “Tidak perlu, saya bawa tas sendiri!”

1. Senantiasa simpan tas belanja di dalam tas (ransel) dan kendaraan sobat greeners. Biar kamu tidak perlu pakai kresek lagi, simpan tas tersebut di bawah kursi sepeda motor, di dalam mobil, atau di ransel sobat greeners… biar kamu gak perlu lagi mengeluh, “wadooooh, saya lupa lagi bawa tas belanja”.

2. Beli tas yang mudah dilipat dan dibawa ke mana-mana

3. Bawa kantong plastik yang bisa dipakai ulang untuk sayuran dan buah, dan karyawan di pasar swalayan tidak keberatan kalau kamu bawa kemasan sendiri.

4. Ingatkan kasir bahwa sobat greeners tidak perlu kantong kresek. Biasanya kasir secara otomatis memasukkan belanjaan si pembeli ke dalam kantong kresek. Saat akan membayar, katakan kalau kamu tidak membutuhkan kantong plastik, sambil menunjukkan tas belanja yang sudah
kamu bawa.

5. Jelaskan pada kasir alasan sobat greeners membawa tas sendiri. Masih banyak orang yang tidak mengerti kenapa kita harus mengindari pakai kemasan plastik yang hanya dipakai satu kali.

Kalau mereka paham alasannya, biasanya mereka akan mendukung upaya seperti ini, apalagi kalau sobat greeners sering belanja di pasar swalayan mereka.

6. Jika lupa membawa tas belanja dari rumah, masukkan belanjaan ke dalam ransel, tas atau kantong celanamu.

Jika hanya membeli produk yang berukuran kecil dan dalam jumlah sedikit, seperti permen, odol, sabun, baterai, atau air kemasan, bawa saja dengan tangan, atau masukkan ke dalam kantong celana atau tas.

©[FHI]